Translate Bahasa Jawa

Translate Bahasa Jawa – Sobat lampungnews.co.id pada artikel ini akan penulis berikan bahasan mengenai tentang ilmu Bahasa yaitu Translate Bahasa Jawa. Seru bukan dan akan cukup membantu bagi kita yang kurang paham dengan Bahasa Jawa. Selengkapnya ini bias sobat simak berikut ini.

Translate Bahasa Jawa
Translate Bahasa Jawa

Translate Bahasa Jawa

Suku Jawa menjadi salah satu suku terbesar yang ada di Indonesia menjadi penghuni dari tanah Nusantara ini. Sehingga jika banyak yang telah penasaran serta ingin sekali mempelajarinya bahasanya lewat translate bahasa jawa atau lewat kamus bahasa jawa atau bahkan bisa langsung bercakap – cakap dengan penduduk asli pulau Jawa.

Translator Bahasa Jawa di atas akan memudahkan sobat dalam mengartikan kata atau translate dari Bahasa Indonesia untuk menjadi Bahasa Jawa.

Variasi Bahasa Jawa yang telah didukung pada program translate Jawa di atas ini mencangkup beberapa krama (tingkatan) yang terdapat di dalam Bahasa Jawa, seperti:

  1. Bahasa Jawa Krama: Merupakan sebuah tingkatan Bahasa Jawa yang sangat sopan
  2. Bahasa Jawa Kramantara: Merupakan tingkatan Bahasa Jawa yang juga berbentuk krama namun sudah dicampur dengan Bahasa Inggil.
  3. Bahasa Jawa Wredha-Krama: Merupakan Bahasa Krama untuk orang yang tua.
  4. Bahasa Jawa Krama Pasar: Merupakan bahasa krama lisan.

Bahasa Jawa merupakan bahasa Austronesia yang digunakan banyak oleh penduduk dengan suku Jawa yang tersebar di area Jawa bagian tengah serta dibagian timur pulau Jawa.

Sejarah Bahasa Jawa

Berikut penjelasannya:

Bahasa Jawa Kuno

Bentuk paling awal yaitu dalam bahasa Jawa Kuno yang tersimpan dan terlestarikan pada tulisan, yakni dalam Prasasti Sukabumi, yang berasal pada tahun 804 Masehi.

Sejak pada abad ke 9 sampai 15, ragam dalam bahasa satu ini umum diguankan di daerah pulau Jawa.

Bahasa Jawa Kuno ini biasanya ditulis ke dalam bentuk berbagai puisi berbait, sehingga sering juga disebut juga sebagai kawi (bahasa kesusastraan).

Dalam sistem tulisan yang akan digunakan dalam bahasa Jawa Kuno adalah bentuk adaptasi dari aksara Pallawa yang memang asalnya itu negara India.

Hampir sebanyak 50% dari semua keseluruhan dalam kosakata yang terdapat dalam tulisan Jawa Kuno berakar dari bahasa Sanskerta, meskipun dalam bahasa Jawa Kuno juga mempunyai beberapa kata serapan dari berbagai bahasa lain di Nusantara.

Bahasa Jawa Baru

Bahasa Jawa Baru tumbuh pada ragam literer utama bahasa Jawa ada sejak pada abad ke 16.

Peralihan bahasa satu ini berlangsung secara bersamaan dengan datangnya juga pengaruh Islam.

Pada mulanya, ragam baku bahasa Jawa Baru ini berdasarkan ragam bahasa wilayah pantai utara Jawa yang dimana warganya yang ada di masa itu telah beralih ke Islam.

Karya tulis yang terdapat dalam ragam bahasa ini yang banyak bernuansa keislaman serta sebagian berupa terjemahan dalam bahasa Melayu.

Bahasa Jawa Baru juga ikut untuk mengadopsi huruf Arab serta untuk menyesuaikannya ke dalam huruf Pegon.

Kebangkitan Mataram ini yang menimbulkan ragam tulisan baku bahasa Jawa yang juga beralih dari wilayah pesisir dengan menuju pedalaman.

Sistem Penulisan

Berikut penjelasannya secara singkat:

Aksara Jawa

Aksara Jawa merupakan aksara yang berumpun Brahmi yang diturunkan dari aksara Pallawa melalui aksara Kawi.

Aksara itu yang muncul di abad ke-16 tepatnya di zaman keemasan hingga sampai akhir Kerajaaan Majapahit.

Pada waktu dari sekarang ini, aksara jawa telah digunakan secara luas di ruang publik, khususnya itu di wilayah Surakarta dan juga Yogyakarta.

Aksara Jawa ini dipasang untuk dapat mendampingi alfabet Latin di papan nama jalan, nama instansi, ataupun yang ada di tempat umum.

Abjad Pegon

Kata pegon mempunyai arti “menyimpang”, maksudnya apabila bahasa Jawa yang ditulis menggunakan abjad Arab ialah sesuatu yang tak lazim.

Abjad Pegon muncul bersamaan dengan masuknya Islam yang ada di Jawa dan berkembang selama masa – masa dengan keemasan Kerajaan Demak sampai dengan Kerajaan Pajang.

Abjad Pegon ini juga berkerabat dengan abjad Jawi (Arab – Melayu) dengan cara mengadopsi berbagai huruf Arab standar dengan ditambahkan huruf baru yang sama sekali tidak ada kaitannya dalam Arab.

Meski berbau Arab, orang Arab tidak dapat memahami abjad ini. Jika dalam abjad Jawi selalu tidak terdapat harakat atau penanda vokal, maka dalam abjad Pegon ada yang berharakat serta ada yang tidak.

Alfabet Latin

Alfabet Latin ini mulai diintensifkan guna untuk mentranskripsi berbagai karya yang ditulis dengan menggunakan aksara Jawa serta Pegon pada abad ke-19.

Aksara lain

Di zaman dahulu, bahasa Jawa kuno juga ditulis mengguankan aksara Kawi serta aksara Nagari.

Aksara ini Banyak juga ditemukan dalam berbagai bentuk prasasti dari abad ke 8 sampai 16, aksara ini terus yang mengalami perubahan baik dari segi bentuk serta dari tipografinya.

Dialek Bahasa Jawa

Diantaranya yaitu:

Dialek Tengah

Untuk digunakan pada wilayah Madiun-Kediri-Blitar, Blora-Rembang-Pati, Semarang-Demak-Kudus-Jepara dan Surakarta-Yogyakarta,.

Dialek Barat

Untuk wilayah Indramayu-Cirebon, Tegal-Brebes-Pekalongan Banyumas-Bagelen, Banten.

Dialek Timur

Untuk wilayah Banyuwangi serta Surabaya-Malang-Pasurusan.

Demikianlah artikel Translate Bahasa Jawa. Semoga dengan dibagikan artikel ini bisa membantu sobat dan kita semua yang tidak paham Bahasa jawa dan semoga dapat memberikan manfaat baik untuk sobat semua.

Baca Juga :