Home Bandar Lampung Walikota Pecat Kepala SMP N 16 Bandar Lampung, Kenapa?

Walikota Pecat Kepala SMP N 16 Bandar Lampung, Kenapa?

210
0
Lampungnews.co.id

Bandar Lampung – Lampungnews.co.id – Kepala SMP Negeri 16 Bandar Lampung, Purwadi SPd, mengaku dinonjobkan alias dipecat oleh Walikota Bandar Lampung Herman HN hanya gara-gara menerima handuk kecil saat berolah raga jalan sehat dan melintas di depan kediaman Calon Walikota Bandarlampung Rycko Menoza SZP.

Purwadi menceritakan awalnya dirinya bersama sekitar 60 orang guru sedang olah raga rutin jalan sehat pada Jumat (9/10/2020) pagi.

Saat jalan sehat tersebut, kata Purwadi, ia dan rekan-rekan guru lainnya menempuh rute dari SMP Negeri 16 Bandar Lampung kemudian melewati eks Hotel Hartono, Hutan Kera, dan kemudian melintas di Jalan Kesehatan atau Kelurahan Sumur Batu.

Saat beristirahat tidak jauh dari kediaman Rycko Menoza, ujar Purwadi, mereka kemudian masing-masing diberikan satu handuk oleh tiga orang. Handuk tersebut diberikan dengan niatan sebagai pengelap keringat.

“Saya ditelepon Pak Wali (Herman HN), Beliau menanyakan. Ya saya sampaikan ini acara rutin (jalan sehat). Ya sudah taunya beliau saya salah,” kata Purwadi, dalam keterangannya di Bandar Lampung, Minggu (11/10/2020).

Pasca-kejadian itu, Purwadi mengaku dirinya langsung dinonjobkan dari jabatan Kepala Sekolah SMPN 16 dan dipindahtugaskan sebagai guru biasa di SMPN 26 di Kecamatan Kemiling.

“Ya sudah, sorenya saya ditelepon untuk mengambil SK pindah itu. Saya minta pindah dekat rumah saya di SMP Negeri 26,” ujar Purwadi yang tinggal di Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Sumberejo Sejahtera.

Salah seorang guru yang enggan disebut namanya, membenarkan bahwa kepala sekolahnya telah dipecat diduga akibat kejadian jalan sehat itu.

“Saya saja tidak mengerti kenapa bisa begitu, hanya karena Jumat kemarin kami jalan sehat lewat depan rumah Pak Rycko,” ujarnya.

Ia mengungkapkan bahwa saat jalan sehat tersebut memang ada tiga orang yang sedang bertugas di kediaman Calon Wali Kota Bandar Lampung nomor urut 1 itu. Mereka lantas memberi handuk dan mengatakan untuk mengelap keringat. Ia bersama guru-guru lainnya kemudian menerima niat baik tersebut.

Dalam perjalanan pulang, kata dia, mereka bertemu dengan Lurah Sumur Batu dan Ketua-ketua RT (rukun tetangga) yang sedang bersih-bersih jalan dan saling bertegur sapa.

Namun, lanjutnya, menjelang siang ada informasi bahwa kepala sekolahnya itu dituduh telah melakukan pertemuan di kediaman Rycko Menoza SZP.

“Ada yang menuduh kalau Pak Purwadi TS (tim suksesnya) Rycko Menoza. Padahal jalan sehat itu kami lakukan rutin setelah senam pagi,” jalasnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here