Home Bandar Lampung Viral Video Ricuh Pendukung Ike-Zam Verifikasi Faktual Tahap II

Viral Video Ricuh Pendukung Ike-Zam Verifikasi Faktual Tahap II

67
0
Dang Ike Edwin Bakal Calon Walikota Bandar Lampung Jalur Independent

Bandar Lampung – Lampungnews.co.id – Video ricuh yang dilakukan pendukung Bakal Calon Walikota jalur Independent Irjen. Pol. (Pur) Ike Edwin yang akrab di panggil “Dang Ike” saat Verifikasi Faktual tahap II di Hotel Radison Bandar Lampung, Jum’at (21/08/2020) viral di media sosial.

Pasalnya, pendukung Ike geram karena Ketua KPU Bandar Lampung Dedi Triadi hendak membacakan keputusan sidang pleno rekapitulasi dukungan perbaikan hasil verifikasi faktual sebelum Ike Edwin masuk ke ruang rapat.

Sebelumnya sidang pleno di skor 15 menit untuk menjalankan ibadah shalat magrib. Setelah 15 menit berlalu, ketua KPU Bandar Lampung sudah mulai membuka rapat tanpa hadirnya Ike Edwin yang masih menjalankan ibadah shalat magrib. kericuhan pun tak terhindar, merasa tak terima pleno sudah dibuka, masa pendukung Ike-zam menerobos masuk ruang Rapat Pleno.

Lanjutnya, Ike Edwin turun tangan langsung, menenangkan pendukungnya yang sempat emosi dan merusak fasilitas Hotel.

lihat Videonya : DISINI

“Gak usah ribut-ribut. Kita lagi perang data, adu data. Gak jadi walikota juga gak apa-apa, saya hanya ingin mengabdi dan beribadah. yang penting demokrasi yang benar, Saya mantan Kapolda, lebih tinggi dari walikota,” tegas Ike Edwin di hadapan pendukungnya.

Akibat peristiwa yang terjadi saat pleno, maka pihak KPUD menghentikan pleno sampai waktu yang belum diketahui.

Ditempat yang berbeda saat konferensi pers di Lamban Kuning, Ike menegaskan tidak ada data duplikasi, atau manipulasi

“Jika penetapan hasil pleno tidak sesuai maka kamipun siap untuk adu data dan siap menghadirkan saksi-saksi, karena kami berkeyakinan data yang kami sajikan itu sesuai adanya,” ungkapnya.

Lanjutnya mantan Kapolda Lampung ini juga akan pelajari keputusannya, ada tidak kemungkinan unsur manipulasi data yang merugikan, bila ada indikasi maka saya tidak akan menggunakan undang-undang KPU, tapi saya akan tuntut melalui jalur hukum pidana, pungkasnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here