Home Bandar Lampung Fery : Selama Ini KPU Tidak Pernah Membuat Sosialisasi Tentang Ancaman

Fery : Selama Ini KPU Tidak Pernah Membuat Sosialisasi Tentang Ancaman

613
0
Rapat Dengar Pendapat (RDP) Rabu (12/08/2020)

Bandar Lampung – Lampungnews.co.id – viralnya video lurah Waylaga, Bandar Lampung, Almuqarom Natapradja yang mengklaim bahwa brosur berisi ancaman pidana bagi yang turut serta dalam politik uang dan bagi-bagi sembako, disangkal oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bandar Lampung, pada agenda Rapat Dengar Pendapat (RDP) Rabu (12/08/2020).

Fery Triatmojo, Komisioner KPU Kota Bandar Lampung, Divisi Teknis Penyelenggaraan ungkap bahwa KPU tidak pernah membuat Pengumuman dengan tulisan ancaman di hadapan para anggota Komisi I DPRD Kota Bandar Lampung.

“KPU tidak pernah membuat, apalagi menyebar brosur seperti yang disampaikan lurah tersebut,” ucap Fery.

Lanjutnya Terkait adanya logo KPU yang ditempel, Fery menegaskan bahwa logo KPU dicatut pada brosur yang di sebar luaskan para oknum lurah tersebut.

“Sampai hari ini OPD maupun instansi terkait dalam urusan sosial politik seperti asisten satu atau Kesbangpol tidak pernah membahas masalah itu dengan kami,” terangnya.

Komisioner KPU Kota Bandar Lampung, Fery dan Hamami

Lanjutnya Fery menegaskan, bahwa selama ini KPU tidak Pernah membuat sosialisasi tentang ancaman.

“Seingat saya KPU belum pernah membuat Pengumuman semacam itu. Sebab sosialisasi kami itu normatif saja, karena yang biasanya sosialisasi ancaman pidana dan lainnya kan Bawaslu,” jelasnya

Terkait masalah tersebut, Hamami Komisioner KPU Bandar Lampung Divisi SDM, berencana memanggil PPS Waylaga bernama Syamsul.

“Mungkin sehari dua hari ini akan kita panggil yang bersangkutan untuk dimintai penjelasannya secara langsung, sekarang kan kawan-kawan lagi sibuk Verfak (verifikasi faktual),” kata hamami

Lanjutnya KPU pada prinsipnya tidak pernah membuat, apalagi mendistribusikan brosur semacam itu, begitupun dengan jajaran dibawah seperti PPK dan PPS.

“Di group PPK dan PPS kami tidak pernah mengirim dan membagikan poster atau brosur semacam itu,” pungkas Hamami.

Sebelumnya, camat dan lurah yang telah disurati untuk hadir dalam agenda Rapat Dengar Pendapat, akan tetapi tidak ada satupun yang hadir. Ketua Komisi I Hanafi Pulung membuka RDP Meski tanpa kehadiran para camat dan lurah.

Terkait tidak hadirnya para lurah-camat tersebut, Hanafi Pulung mengungkapkan kekecewaannya.

“Ini pelecehan lembaga dewan, sebab yang kita bahas ini sangat penting,” kata Hanafi.

Dia pun akan melaporkan masalah tersebut kepada pimpinan DPRD. Terkait sanksi terhadap para camat-lurah yang mangkir, Hanafi belum bisa memutuskan. (**)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here