Home Ekonomi Dampak Virus Corona Pedagang Kehilangan Omzet

Dampak Virus Corona Pedagang Kehilangan Omzet

35
0
Oman (42) pedagang Bubur dibilangan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (21/07/2020) (lampungnews.co.id)

Jakarta – Lampungnews.co.id – Pedagang Bubur menjadi salah satu pekerjaan yang terdampak oleh wabah virus corona. Rata-rata omzet harian para pedagang tersebut turun lebih dari 50 persen.

Salah satunya Oman (42), pedagang Bubur di bilangan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Dia mengaku penjualannya menurun dalam dua minggu terakhir. Menurutnya, kedatangan pengunjung ke lapaknya juga semakin berkurang sejak diberlakukannya imbauan berdiam diri di rumah.

Oman mengatakan, pengunjung yang membeli ke lapaknya sudah turun kurang lebih 50 persen dalam dua minggu terakhir ini.

“Penjualan menurun. Pengunjung juga. Kurang lebih 50 persen lah dalam dua minggu terakhir, biasanya yang terjual 40 mangkok per hari, sekarang kira-kira 20 sampai 25 mangkok saja,” kata Oman, Selasa (21/07/2020).

Lampungnews.co.id

Berbeda dari pedagang Bubur, Ferdi, pemilik toko sembako di sekitar jalan Simprug mengaku penjualannya meningkat, terutama pada awal diberlakukannya imbauan menetap di rumah kepada masyarakat.

Ferdi menyebut penjualannya terutama barang kebersihan seperti sabun dan shampo serta obat-obatan laku keras di minggu-minggu pertama.

“Minggu awal itu laku keras, pada borong alat kesehatan, obat-obat, lalu alat kebersihan kayak shampoo, sabun, cairan pembersih itu laku sampai ludes,” ucapnya.

Namun, ketika himbauan diam di rumah mulai berlaku, penjualannya mulai merosot. Ia khawatir, dirinya serta pedagang lainnya bisa terus merugi apabila imbauan tersebut terus berjalan.

“Ya agak khawatir waktu itu, karena sudah kelihatan sekali mulai sepi yang datang ke Toko, takutnya rugi, apalagi virus ini juga kan gak tahu sampai kapan (berakhir),” ungkapnya.

Sementara itu ia juga berharap di Normal baru (New Normal) ini, banyak yang belanja di tokonya.

“Sebenarnya saya juga takut-takut untuk berinteraksi sama pelanggan, tapi mau bagaimana lagi, ini mata pencarian saya untuk keluarga saya. Saya juga terapkan protokol kesehatan di toko, seperti tempat cuci tangan dan sanitizer saya siapkan di depan toko dengan tulisan himbauan, sebelum dan sesudah masuk toko harap mencuci tangan.” Jelasnya. (YD)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here